Rabu, 11 April 2012

Laporan Praktikum : Laju Reaksi


LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI


OLEH
HARIANI ISMAIL
XI IPA A

SMAN 01 UNGGULAN KAMANRE




BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Laju reaksi menyatakan laju berkurangnya jumlah reaktan atau laju bertambahnya jumlah produk dalam satuan waktu. Satuan jumlah zat bermacam- macam, misalnya gram, mol, atau konsentrasi. Sedangkan satuan waktu digunakan detik, menit, jam, hari, ataupun tahun. Dalam reaksi kimia banyak digunakan zat kimia yang berupa larutan atau berupa gas dalam keadaan tertutup, sehingga dalam laju reaksi digunakan satuan konsentrasi (molaritas). Dan  untuk mengetahui lebih jelasnya tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi maka kita lakukan sebuah praktikum tentang laju reaksi.

1.2  Tujuan Percobaan
-      Untuk mengamati faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi










BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi
·Konsentrasi
Pada umumnya, reaksi akan berlangsung lebih cepat jika konsentrasi pereaksi diperbesar. Zat yang konsentrasinya besar mengandung jumlah partikel yang lebih banyak, sehingga partikel-partikelnya tersusun lebih rapat dibanding zat yang konsentrasinya rendah. Partikel yang susunannya lebih rapat, akan lebih sering bertumbukan dibanding dengan partikel yang susunannya renggang, sehingga kemungkinan terjadinya reaksi makin besar.
·   Luas Permukaan
Salah satu syarat agar reaksi dapat berlangsung adalah zat-zat pereaksi harus bercampur atau bersentuhan. Pada campuran pereaksi yang heterogen, reaksi hanya terjadi pada bidang batas campuran. Bidang batas campuran inilah yang dimaksud dengan bidang sentuh. Dengan memperbesar luas bidang sentuh, reaksi akan berlangsung lebih cepat.
·   Temperatur
Setiap partikel selalu bergerak. Dengan menaikkan temperatur, energi gerak atau energi kinetik partikel bertambah, sehingga tumbukan lebih sering terjadi. Dengan frekuensi tumbukan yang semakin besar, maka kemungkinan terjadinya tumbukan efektif yang mampu menghasilkan reaksi juga semakin besar. Suhu atau temperatur ternyata juga memperbesar energi potensial suatu zat. Zat-zat yang energi potensialnya kecil, jika bertumbukan akan sukar menghasilkan tumbukan efektif. Hal ini terjadi karena zat-zat tersebut tidak mampu melampaui energi aktivasi. Dengan menaikkan suhu, maka hal ini akan memperbesar energi potensial, sehingga ketika bertumbukan akan menghasilkan reaksi.
·   Katalis
Katalis adalah suatu zat yang berfungsi mempercepat terjadinya reaksi, tetapi pada akhir reaksi dapat diperoleh kembali. Fungsi katalis adalah menurunkan energi aktivasi, sehingga jika ke dalam suatu reaksi ditambahkan katalis, maka reaksi akan lebih mudah terjadi. Hal ini disebabkan karena zat-zat yang bereaksi akan lebih mudah melampaui energi aktivasi.













BAB III
METODE PENELITIAN

3.1  Tempat dan Waktu Praktikum
Praktikum dilaksanakan di Laboratorium Biologi SMAN 01 Unggulan Kamanre pada tanggal 06 November 2011.

3.2  Alat dan Bahan Praktikum
J  3 aqua gelas kosong
J  3 aqua gelas berisi air
J  Air dingin
J  Garam halus
J  Garam kasar
J  Cuka
J  Pengaduk
J  Stopwatch atau jam

3.3  Cara Kerja
  • Percobaan I (Konsentrasi)
1.      Siapkan 2 gelas aqua yang telah berisi larutan ,gelas pertama berisi larutan H2O dan yang gelas kedua berisi larutan cuka.
2.      Kemudian masukkan 1 sendok garam halus pada masing-masing gelas tersebut.
3.      Aduklah, mana yang cepat larut larutan yang encer atau pekat. Dengan menggunakan stopwatch atau jam.

·         Percobaan II (suhu)
1.      Siapkan 2 gelas aqua yang berisi air normal dan yang satunya berisi air dingin.
2.      Berikan 1 sendok garam halus ,pada masing-masing gelas tersebut.
3.      Kemudian aduk dan amati mana yang lebih cepat larut. Dengan menggunakan stopwatch atau jam
·         Percobaan III (Luas permukaan zat)
1.Siapkan 2 gelas aqua yang berisi air normal.
2.Masukkan 1 sendok garam kasar kedalam  gelas aqua tersebut dan 1 sendok garam halus pada aqua gelas kedua.
3.Kemudian amati, mana yang cepat larut. Dengan menggunakan stopwatch atau jam.
·         Percobaan IV (KATALIS)
1.      Siapkan 2 buah pisang yang masih muda.
2.      Kemudian pisang yang satu bungkus dengan kantong plastik.dan yang satunya tidak.
3.      Pada pisang yang dibungkus dengan kantong plastik masukkan sedikit karbit,dan yang satunya tidak.
4.      Amati beberapa hari,pisang mana yang cepat kuning.







BAB IV
PEMBAHASAN
4.1       Hasil Pengamatan

TABEL PENGAMATAN
No
Faktor yang mempengaruhi laju reaksi
Bahan
Hasil
1.
Konsentrasi
-  Pekat(larutan cuka) + garam halus
-  Encer (larutan cuka + air) + garam halus
-   23 detik


-   50 detik.
2.
Suhu
-  Gelas berisi air normal + garam halus
-  Gelas berisi air dingin + garam halus
-    23 detik


-    50 detik
  3.
Luas Permukaan
-  Air normal + garam halus
-  Air dingin + garam kasar
-    32 detik

-    80 detik





-      Katalis


No.
Jenis pisang
Kuning
Tak kuning
Waktu
1.
Karbit
Ø   
 -
1 hari
2.
Tak karbit
-
Ø   
3 hari


4.2  Analisis Data
·         Suhu, pada larutan air normal + garam halus dengan waktu 23 detik, pada larutan air dingin + garam halus dengan waktu 50 detik.
·         Konsentrasi pada larutan Pekat (larutan cuka) + garam halus dengan waktu 23 detik, pada larutan Encer (larutan cuka + air) + garam halus dengan waktu 50 detik.
·         Luas permukaan zat pada larutan Garam halus + air normal dengan waktu 32 detik, pada larutan Garam kasar + air normal dengan waktu 80 detik.
·         Katalis , pada pisang yang diberi karbit pisang akan bisa kuning hanya 1 hari sedangkan pisang yang tidak diberi karbit tidak kuning, pisang yang tidak diberi karbit hanya bisa kuning pada saat 3 hari.









BAB V
PENUTUP
5.1   Kesimpulan
Dari hasil praktikum yang dilakukan, larutan cuka (cuka pekat) yang dicampurkan dengan garam halus mengalami pelarutan yang sangat cepat dibandingkan dengan larutan cuka yang dicampurkan dengan air (cuka encer).

5.1    Saran
         Didalam melakukan praktikum sebaiknya siwa – siswi menggunakan pakaian praktikum dan sebaiknya sekolah menyediakan alat – alat praktikum yang lebih lengkap agar praktikum dapat dilakukan dengan lebih baik.












DAFTAR PUSTAKA






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rabu, 11 April 2012

Laporan Praktikum : Laju Reaksi


LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI


OLEH
HARIANI ISMAIL
XI IPA A

SMAN 01 UNGGULAN KAMANRE




BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Laju reaksi menyatakan laju berkurangnya jumlah reaktan atau laju bertambahnya jumlah produk dalam satuan waktu. Satuan jumlah zat bermacam- macam, misalnya gram, mol, atau konsentrasi. Sedangkan satuan waktu digunakan detik, menit, jam, hari, ataupun tahun. Dalam reaksi kimia banyak digunakan zat kimia yang berupa larutan atau berupa gas dalam keadaan tertutup, sehingga dalam laju reaksi digunakan satuan konsentrasi (molaritas). Dan  untuk mengetahui lebih jelasnya tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi maka kita lakukan sebuah praktikum tentang laju reaksi.

1.2  Tujuan Percobaan
-      Untuk mengamati faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi










BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi
·Konsentrasi
Pada umumnya, reaksi akan berlangsung lebih cepat jika konsentrasi pereaksi diperbesar. Zat yang konsentrasinya besar mengandung jumlah partikel yang lebih banyak, sehingga partikel-partikelnya tersusun lebih rapat dibanding zat yang konsentrasinya rendah. Partikel yang susunannya lebih rapat, akan lebih sering bertumbukan dibanding dengan partikel yang susunannya renggang, sehingga kemungkinan terjadinya reaksi makin besar.
·   Luas Permukaan
Salah satu syarat agar reaksi dapat berlangsung adalah zat-zat pereaksi harus bercampur atau bersentuhan. Pada campuran pereaksi yang heterogen, reaksi hanya terjadi pada bidang batas campuran. Bidang batas campuran inilah yang dimaksud dengan bidang sentuh. Dengan memperbesar luas bidang sentuh, reaksi akan berlangsung lebih cepat.
·   Temperatur
Setiap partikel selalu bergerak. Dengan menaikkan temperatur, energi gerak atau energi kinetik partikel bertambah, sehingga tumbukan lebih sering terjadi. Dengan frekuensi tumbukan yang semakin besar, maka kemungkinan terjadinya tumbukan efektif yang mampu menghasilkan reaksi juga semakin besar. Suhu atau temperatur ternyata juga memperbesar energi potensial suatu zat. Zat-zat yang energi potensialnya kecil, jika bertumbukan akan sukar menghasilkan tumbukan efektif. Hal ini terjadi karena zat-zat tersebut tidak mampu melampaui energi aktivasi. Dengan menaikkan suhu, maka hal ini akan memperbesar energi potensial, sehingga ketika bertumbukan akan menghasilkan reaksi.
·   Katalis
Katalis adalah suatu zat yang berfungsi mempercepat terjadinya reaksi, tetapi pada akhir reaksi dapat diperoleh kembali. Fungsi katalis adalah menurunkan energi aktivasi, sehingga jika ke dalam suatu reaksi ditambahkan katalis, maka reaksi akan lebih mudah terjadi. Hal ini disebabkan karena zat-zat yang bereaksi akan lebih mudah melampaui energi aktivasi.













BAB III
METODE PENELITIAN

3.1  Tempat dan Waktu Praktikum
Praktikum dilaksanakan di Laboratorium Biologi SMAN 01 Unggulan Kamanre pada tanggal 06 November 2011.

3.2  Alat dan Bahan Praktikum
J  3 aqua gelas kosong
J  3 aqua gelas berisi air
J  Air dingin
J  Garam halus
J  Garam kasar
J  Cuka
J  Pengaduk
J  Stopwatch atau jam

3.3  Cara Kerja
  • Percobaan I (Konsentrasi)
1.      Siapkan 2 gelas aqua yang telah berisi larutan ,gelas pertama berisi larutan H2O dan yang gelas kedua berisi larutan cuka.
2.      Kemudian masukkan 1 sendok garam halus pada masing-masing gelas tersebut.
3.      Aduklah, mana yang cepat larut larutan yang encer atau pekat. Dengan menggunakan stopwatch atau jam.

·         Percobaan II (suhu)
1.      Siapkan 2 gelas aqua yang berisi air normal dan yang satunya berisi air dingin.
2.      Berikan 1 sendok garam halus ,pada masing-masing gelas tersebut.
3.      Kemudian aduk dan amati mana yang lebih cepat larut. Dengan menggunakan stopwatch atau jam
·         Percobaan III (Luas permukaan zat)
1.Siapkan 2 gelas aqua yang berisi air normal.
2.Masukkan 1 sendok garam kasar kedalam  gelas aqua tersebut dan 1 sendok garam halus pada aqua gelas kedua.
3.Kemudian amati, mana yang cepat larut. Dengan menggunakan stopwatch atau jam.
·         Percobaan IV (KATALIS)
1.      Siapkan 2 buah pisang yang masih muda.
2.      Kemudian pisang yang satu bungkus dengan kantong plastik.dan yang satunya tidak.
3.      Pada pisang yang dibungkus dengan kantong plastik masukkan sedikit karbit,dan yang satunya tidak.
4.      Amati beberapa hari,pisang mana yang cepat kuning.







BAB IV
PEMBAHASAN
4.1       Hasil Pengamatan

TABEL PENGAMATAN
No
Faktor yang mempengaruhi laju reaksi
Bahan
Hasil
1.
Konsentrasi
-  Pekat(larutan cuka) + garam halus
-  Encer (larutan cuka + air) + garam halus
-   23 detik


-   50 detik.
2.
Suhu
-  Gelas berisi air normal + garam halus
-  Gelas berisi air dingin + garam halus
-    23 detik


-    50 detik
  3.
Luas Permukaan
-  Air normal + garam halus
-  Air dingin + garam kasar
-    32 detik

-    80 detik





-      Katalis


No.
Jenis pisang
Kuning
Tak kuning
Waktu
1.
Karbit
Ø   
 -
1 hari
2.
Tak karbit
-
Ø   
3 hari


4.2  Analisis Data
·         Suhu, pada larutan air normal + garam halus dengan waktu 23 detik, pada larutan air dingin + garam halus dengan waktu 50 detik.
·         Konsentrasi pada larutan Pekat (larutan cuka) + garam halus dengan waktu 23 detik, pada larutan Encer (larutan cuka + air) + garam halus dengan waktu 50 detik.
·         Luas permukaan zat pada larutan Garam halus + air normal dengan waktu 32 detik, pada larutan Garam kasar + air normal dengan waktu 80 detik.
·         Katalis , pada pisang yang diberi karbit pisang akan bisa kuning hanya 1 hari sedangkan pisang yang tidak diberi karbit tidak kuning, pisang yang tidak diberi karbit hanya bisa kuning pada saat 3 hari.









BAB V
PENUTUP
5.1   Kesimpulan
Dari hasil praktikum yang dilakukan, larutan cuka (cuka pekat) yang dicampurkan dengan garam halus mengalami pelarutan yang sangat cepat dibandingkan dengan larutan cuka yang dicampurkan dengan air (cuka encer).

5.1    Saran
         Didalam melakukan praktikum sebaiknya siwa – siswi menggunakan pakaian praktikum dan sebaiknya sekolah menyediakan alat – alat praktikum yang lebih lengkap agar praktikum dapat dilakukan dengan lebih baik.












DAFTAR PUSTAKA






Tidak ada komentar:

Posting Komentar