Minggu, 01 April 2012

Peranan Masyarakat Dalam Menanggulangi Perubahan Iklim Dunia

PERANAN MASYARAKAT DALAM MENAGGULANGI PERUBAHAN IKLIM DUNIA

Sepanjang perkembangan dunia barat, awalnya hamper semua Negara menggunakan bahan bakar secara tidak efisien. Awalnya, gelombang penggunaan bahan baker menyebabkan emisi meningkat, namun kemudian masalah asap, kehabisan sumber daya, dan peningkatan batu bara. Contoh yang paling dramatis dari kecenderunganini adalah Cina, yang mengurangi emisi karbon sebanyak 18 persen pada akhir decade 1990 an disaat perekonomiannya naik lebih dari 30 %, dengan menutup tambang batu bara di cina turun sebanyak 27 % dari tahun 1996 sampai tahun 2000. penurunan ini cukup besar untuk sedikitmenurunkan penggunaan bahan bakar fosil secara global pada tahun 1999 dan 2000. kejadian ini merupakan harapan untuk mengurangi emisi. Sebagai Negara industri yang sukses, mereka mencapai efisiensi lebih awal, karena peduli dengan masalah lingkungan dan tersedianya teknologi energi yang bersih dan murah.
Mereka optimis percaya bahwa karena bahan baker fosil menjadi jarang dan mahal , dank arena energi harus digunkan lebih efisien serta teknologi hijanu menjadi popular, maka Negara miskin yang akan melakukan industralisasi di abad 21 tidak akan memboroskan energi seperti yang dilakukan Negara Eropa pada abad 19.
Tenaga nuklir nampaknya dapat menjdi alternative energi yang efisien, karena pembangkit listriknya tidak menggunakan batu bara. Tetapi banyak pemerhati lingkungan menentang pemecahan masalah pemanasan global dengan enegi nuklir karena mengkhawatirkan keamananpenggunaan tenaga nuklir, maslah penganan dan pembuangan sampah nuklir, maslah penanganan dan pembuangan sampah nuklir, juga resiko penyalahgunaan nuklir menjadi senjata perang.
Tenaga angin dan tenaga surya merupakan dua pilihan utama energi ramah lingkungan. Keduanya menguntungkan baik di Negara maju maupun berkembang. Turbin angina berputar di dataran India dan  dipadang rumput Mongolia, juga di pantai Denmark. Panel surya megilap di atap rumah pedesaan Kenya dan Australia yang mempunyai cahaya matahari melimpah. Ini merupakan pilihan memperoleh energi dari sumber daya alam yang bebas polusi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Minggu, 01 April 2012

Peranan Masyarakat Dalam Menanggulangi Perubahan Iklim Dunia

PERANAN MASYARAKAT DALAM MENAGGULANGI PERUBAHAN IKLIM DUNIA

Sepanjang perkembangan dunia barat, awalnya hamper semua Negara menggunakan bahan bakar secara tidak efisien. Awalnya, gelombang penggunaan bahan baker menyebabkan emisi meningkat, namun kemudian masalah asap, kehabisan sumber daya, dan peningkatan batu bara. Contoh yang paling dramatis dari kecenderunganini adalah Cina, yang mengurangi emisi karbon sebanyak 18 persen pada akhir decade 1990 an disaat perekonomiannya naik lebih dari 30 %, dengan menutup tambang batu bara di cina turun sebanyak 27 % dari tahun 1996 sampai tahun 2000. penurunan ini cukup besar untuk sedikitmenurunkan penggunaan bahan bakar fosil secara global pada tahun 1999 dan 2000. kejadian ini merupakan harapan untuk mengurangi emisi. Sebagai Negara industri yang sukses, mereka mencapai efisiensi lebih awal, karena peduli dengan masalah lingkungan dan tersedianya teknologi energi yang bersih dan murah.
Mereka optimis percaya bahwa karena bahan baker fosil menjadi jarang dan mahal , dank arena energi harus digunkan lebih efisien serta teknologi hijanu menjadi popular, maka Negara miskin yang akan melakukan industralisasi di abad 21 tidak akan memboroskan energi seperti yang dilakukan Negara Eropa pada abad 19.
Tenaga nuklir nampaknya dapat menjdi alternative energi yang efisien, karena pembangkit listriknya tidak menggunakan batu bara. Tetapi banyak pemerhati lingkungan menentang pemecahan masalah pemanasan global dengan enegi nuklir karena mengkhawatirkan keamananpenggunaan tenaga nuklir, maslah penganan dan pembuangan sampah nuklir, maslah penanganan dan pembuangan sampah nuklir, juga resiko penyalahgunaan nuklir menjadi senjata perang.
Tenaga angin dan tenaga surya merupakan dua pilihan utama energi ramah lingkungan. Keduanya menguntungkan baik di Negara maju maupun berkembang. Turbin angina berputar di dataran India dan  dipadang rumput Mongolia, juga di pantai Denmark. Panel surya megilap di atap rumah pedesaan Kenya dan Australia yang mempunyai cahaya matahari melimpah. Ini merupakan pilihan memperoleh energi dari sumber daya alam yang bebas polusi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar